Sabtu, 01 Mei 2021

Countdown to SEVENTEEN 6th Anniversary Challenge - Day 25 : Favorite B-Side

Haduhhh, kalau mau ngomongin lagu-lagu B-Sidenya SEVENTEEN gak bakal ada habisnya. Terlalu banyak yang enak didengar. Bahkan saat menulis challenge ini, aku bingung mau memilih lagu yang mana T_T Lagu-lagu bokolchim? lagu-lagu popotim? lagu-lagu HHU? Campfire!? Fearless? arrgghh banyak pusing kan. Setelah memilah-memilah, berpikir dengan keras, dan mempertimbangkan aspek beratnya kenangan akan sebuah lagu (ckckck), aku pun memutuskan untuk memilih 2 lagu. Karena kedua lagu ini semacam memantik sesuatu dari sanubariku.

Kita ngomongin yang pertama dulu. Lagu ini berjudul Light a Flame. Aku sudah beberapa kali mention judul lagu ini pada postingan yang lalu-lalu. Jadi, awal aku slip into the diamond life itu melalui HOME;RUN dan memutuskan jadi carat dan mewortelkan diri saat dengar Light a Flame. Iya, penampilan Jun, Hoshi, Wonwoo, dan Woozi sebagai 96 Line saat membawakan Light a Flame terlampau memukau dan lagunya itu lho menggoda sekali! Yah, bisa dibilang HOME;RUN itu koreknya, Light a Flame itu apinya. Sesuai satu lirik di dalam lagu tersebut, "ne maeume bureul jipyeo" yang artinya: Nyalakan api di hatimu.. Yup, aku pun kepayang sama SEVENTEEN hahahaha.


Lalu, yang pada awalnya aku cuma mau dengerin Light a Flame sama HOME;RUN, aku pun iseng mengetuk tombol shuffle. Eh, keterusan deh karena lagu-lagunya enak-enak sih. Apa ya, gaya musiknya cocok sama kupingku? Semacam itu. Akhirnya tiap pagi, sambil siap-siap sebelum berangkat melakukan aktivitas persiapan menjadi blue collar worker alias mbudak, aku selalu ditemani SEVENTEEN. Jujur ya, dengerin lagu mereka bener-bener ngurangin tekanan batinku di pagi hari. Padahal musiknya banyak yang sendu hahaha. Setelah mendengarkan banyak lagunya Sebong, ada satu lagu yang tentu saja bikin kepikiran.

Musiknya itu, menurutku ya, nuansanya seperti adegan di drama korea tapi pas hero dan heroine nya bertengkar dan ketika mereka berpisah, mereka memikirkan satu sama lain tetapi hanya rasa sakit yang terasa. Semacam itu kesan yang aku dapat saat dengar musiknya I Wish. Semakin aku dengarkan, semakin aku suka sama lagu ini. Sebelum baca terjemahan liriknya, aku bertanya-tanya, judulnya I Wish tapi kok nuansanya sedih-sedih sakit gitu. Akupun memutuskan membaca terjemahannya dan... INI SIAPA YANG NULIS!?

Siapa lagi anak Sebong yang jago bikin lirik patah hati kalau bukan Uri Jihoonie a.k.a Woozi. Selain Uji, ada juga anak Sebong lainnya yang ikut andil dalam penulisan lirik dan setelah tahu dia adalah Wonwoo aku semakin bucin sama lagu ini! Saking bucinnya, baru 3 bulan jadi Carat dan akupun sudah beli satu mini-album T_T (I Wish ada di album berjudul Heng:garae). Nah, kalau ngomongin judulnya, kan I Wish ya, kalau di bahasa Indonesia jadi "Aku Berharap" biasanya kan merujuk ke berharap yang positif kan, tapi lagu ini.. Tidak sama sekali! Bisa-bisanya liriknya seperti ini: "Aku berharap kita bisa tersakiti bersama setiap waktu"


P.S: Jadi ya, buat kalian yang belum pernah ngerasain patah hati tapi pengen melakukan simulasi, bisa lah dengerin lagu ini sambil baca terjemahan liriknya wkwkwk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar